Suami Selingkuh, Bercerai atau Bertahan? Simak Ulasannya

Suami Selingkuh, Bercerai atau Bertahan? Simak Ulasannya

Suami Selingkuh, Bercerai atau Bertahan? Simak Ulasannya – Sobat Asmara, data terbaru menyebutkan bahwa sumber masalah tertinggi terjadinya keretakan hubungan rumah tangga setelah faktor ekonomi adalah perselingkuhan.  

Selingkuh yang menempati peringkat kedua terjadinya perceraian tak bisa dianggap remeh. Maraknya perselingkuhan menjadi masalah besar bagi keutuhan rumah tangga dan membuat pasangan suami istri dihadapkan pada kondisi yang dilematis.

Mereka harus memilih dua kondisi yang sama-sama sulit yaitu antara bertahan atau harus kandas di tengah jalan. Artinya, memilih perceraian sebagai solusi terakhir. Bagi yang pernah mengalami, kondisi tersebut sangatlah berat. Ingin bertahan dengan harapan hubungan mereka masih bisa diselamatkan dengan memberikan kesempatan dalam memperbaiki kesalahan.

Atau dengan jalan perceraian sebagai pilihan terakhir, sementara pasangan masih saling cinta. Jadi, mau bercerai atau bertahan? Berikut ulasannya untuk Anda.

 

Suami Selingkuh, Bercerai atau Bertahan?

Dalam memandang kasus perselingkuhan, setidaknya ada dua sudut pandang dalam menyikapinya. Ada yang menganggap, perselingkuhan sebagai tantangan untuk dihadapi bersama. Sementara ada juga yang menganggap bahwa selingkuh sebagai hal buruk yang harus segera dibuang jauh-jauh.

Nah, dalam menyikapi masalah suami selingkuh, Anda bisa melakukan dua hal yaitu bercerai atau bertahan. Kedua hal terebut harus Anda pertimbangkan dengan matang melalui kejernihan berfikir. 

1. Bertahan, Dimaafkan, dan Beri Kesempatan

Jalan ini bisa Anda pilih dengan catatan bahwa alasan kuat suami berselingkuh masih bisa dimaklumi. Selain itu, perbuatan selingkuh yang ia lakukan tidak menyangkut pelecehan fisik dan mental, atau ada hal yang sengaja masih ditutupi.

Jika demikian, ia layak mendapat kesempatan untuk dimaafkan. Tantang dia untuk membuat komitmen baru, terlebih suami sudah dengan sadar menyadari kesalahannya serta menunjukkan rasa penyesalan yang mendalam.

Anda dan suami pasti menginginkan rumah tangga kalian bisa kembali bahagia seperti sedia kala bukan? Apalagi sudah ada anak-anak yang juga menjadi pertimbangan kuat untuk memaafkan suami selingkuh. Ingat! Menjaga keutuhan dan kebahagiaan keluarga adalah prioritas yang wajib diperjuangkan!

 


Baca Juga : 


 

2. Cukup Sampai Disini. Lebih Baik Bercerai

Kondisi ini bisa dikatakan sangat sulit. Tapi Anda harus berani mengambil keputusan untuk menyudahi hubungan Anda dan suami. BERCERAI. Ya, perceraian menjadi jalan terakhir jika kondisinya sudah tak bisa diselamatkan. Misalnya suami sudah lagi tak peduli dengan Anda dan keluarga. Ia juga tak menunjukkan etikat baik. Bukannya berusaha memperbaiki, justru ia malah semakin menjadi.

Anda perlu ingat bahwa pengkhianatan adalah kesalahan terbesar yang sangat menyakitkan. Kesalahan tetaplah kesalahan. Ibarat goresan luka, ia tetap membekas dan tak akan hilang.  

Tunjukkan bahwa Anda wanita tegar dan kuat yang mampu menjalani hidup bersama anak-anak meskipun tanpa suami. Di samping itu, Anda adalah wanita yang pantas mendapat pria yang lebih baik dari mantan.

Sobat Asmara, terjawab sudah bagaimana Anda menyikapi suami selingkuh. Semua keputusan adalah milik Anda sepenuhnya. Tapi yakinlah bahwa keputusan apapun yang Anda pilih adalah yang terbaik. Tak perlu terlalu mengkhawatirkan masa depan, karena setiap hari akan selalu menghadirkan harapan. Semangat!

Nah, bagi Anda yang ingin konsultasi dengan saya mengenai masalah asmara, masalah cinta dan rumah tangga. Anda yang ingin mendapatkan sarana praktis dari saya, maka silakan hubungi saya di nomor : 0811 296 8484 

Leave a Comment