Pria Selingkuh Penyakit atau Kebiasaan

Pria Selingkuh Penyakit atau Kebiasaan? Bisakah Disembuhkan?

Pria Selingkuh Penyakit atau Kebiasaan? Bisakah Disembuhkan? – Sobat Asmara, maraknya berbagai kasus perselingkuhan yang akhir-akhir ini menjadi viral memang cukup memperihatinkan, ya.

Bagaimana tidak? Selingkuh saat ini menjadi trend, di mana seorang pria beristri dianggap bukan pria sejati jika ia tak berani mendua atau minimal berselingkuh. Lhaaah, kok gitu? Teori itu SALAH BESAR!, NO!

Pria sejati menurut saya adalah dia yang berani memegang komitmen bersama pasangan dan berusaha semaksimal mungkin menjaga cinta dan kepercayaan pasangan. Nah, hal itu jelas bertolak belakang dengan pria yang menganggap bahwa selingkuh sebagai tolok ukur pria sejati.

Mereka menganggap, selingkuh itu sebagai sebuah kewajaran terutama bagi pria, ”Aahh, sudah biasa pria selingkuh’’. Pernyataan tersebut seolah menguatkan teori ”Pria Selingkuh itu PENYAKIT atau KEBIASAAN? Apakah bisa disembuhkan? Untuk menjawabnya, simak ulasan saya berikut ini.

Pria Selingkuh Penyakit atau Kebiasaan?

Sudah banyak riset psikologi yang membahas masalah selingkuh. Sejumlah ahli di bidang psikologi mengatakan, bahwa selingkuh merupakan perilaku yang cukup rumit karena sangat dipengaruhi alasan yang kompleks. Yang menarik adalah kebiasaan selingkuh seseorang ternyata dipengaruhi oleh faktor genetik. Penjelasannya seperti ini.

Pengaruh Genetik dan Kebiasaan

Pada dasarnya setiap orang terlahir dengan membawa gen yang berperan membentuk kebiasaan selingkuh. Tapi bukan berarti setiap orang pasti akan menjadi tukang selingkuh. Sebab, potensi seseorang suka selingkuh juga dipengaruhi oleh faktor lain, misalnya lingkungan, psikis, maupun interaksi yang sangat berperan dalam membentuk kebiasan seseorang.

Pola lingkungan, psikis, maupun interkasi yang secara kontinyu memberi pengaruh terus menerus akan menjadikan selingkuh sebagai kebiasaan. Hal itu sangat mengkhawatirkan dan membahayakan, karena orang selingkuh cenderung terbiasa dengan petualangannya berselinguh. Ia ingin mengulangi kembali sensasi yang ia rasakan sebelumnya. 

Bisakah Disembuhkan?

Dari sedikit ulasan di atas, bisa ditarik kesimpulan sementara bahwa selingkuh bisa disebut sebagai penyakit maupun kebiasaan. Lantas muncul kembali pertanyaan, ”Apakah penyakit dan kebiasaan itu bisa disembuhkan?’’ Jawabanya jelas bisa iya, bisa juga tidak. Hal itu kembali kepada diri masing-masing.

Tapi yang pasti, suatu hal sulit bukan berarti tak bisa dilakukan. Yang namanya penyakit pasti bisa disembuhkan, yang namanya kebiasaan sedikit demi sedikit pasti ada perubahan. Perubahan diri pada pria selingkuh berkaitan erat dengan alasannya melakukan perselingkuhan. Selain itu, juga karena faktor psikologis yang membuat ia berubah.

Alasan mengapa seorang pria tega mengkhianati kepercayaan pasangan menjadi modal utama ia bisa berubah. Dengan alasan itu, kedua pasangan akan duduk bersama dan mulai membicarakan masalah mereka serta mencari solusi yang tepat demi kepentingan bersama.

Sedangkan faktor psikologis yang membuat ia berubah, misalnya ia sudah lelah dan jenuh dengan yang ia jalani. Ia juga mulai merasa tak tenang jika perselingkuhannya diketahui orang lain. Hidupnya penuh beban karena selalu dihantu rasa bersalah pada pasangan.   

Jadi..

Ingat! Jangan terlalu cepat menghakimi pria selingkuh itu sulit berubah. Semua serba mungkin. Hanya dengan tekad bulat, niat yang kuat dan komitmen sungguh-sungguh yang mampu membuat pria bisa berubah dari perbuatannya. Semoga bermanfaat. 

Nah, bagi Anda yang ingin konsultasi dengan saya mengenai masalah asmara, masalah cinta dan rumah tangga. Atau Anda yang ingin mendapatkan sarana praktis dari saya, maka silahkan hubungi saya di nomor : 0811 296 8484 


Baca Juga : 


Leave a Comment